Seorang pria kaya raya, tampak sedang menuliskan sesuatu di Binder-nya. Sambil tersenyum, dia berkata "Dunia ini adalah tempat yang indah bagi seseorang yang mengerti arti kehidupan tersebut." Setelah beberapa jam, akhirnya dia menyelesaikan cerita di Binder itu lalu beranjak ke tempat tidur.
Apa yang tertulis di binder itu hanyalah kisah sederhana, yang penuh makna kehidupan di dalamnya. Kisah yang mengajarkan kita untuk selalu mensyukuri hidup ini. Kisah yang mengajarkan kita untuk berbuat baik walau sekecil apapun, semudah apapun itu. Dan cerita di dalam Binder tersebut berjudul " JUST LITTLE THINGS ".
Cerita bermula pada saat si pria kaya tersebut datang ke sebuah bandara di Kota Kecil di suatu wilayah. Ia sangat terburu buru hingga ia tak memperhatikan apapun yang ada didepannya. Lalu ia menabrak seorang tukang sapu di Bandara tersebut. Kemudian, pria itu meminta maaf dan dengan cepat meninggalkan tukang sapu itu. Namun, tukang sapu itu menemukan dompet pria yang menabraknya itu. Akhirnya, dengan cepat tukang sapu itu bergegas mencari pria tersebut.
Nasib malang menimpa pria kaya tersebut. Pesawat yang telah dipesan olehnya, ternyata sudah berangkat 15 menit yang lalu. Pria itu pun gelisah, tak tau apa yang harus dilakukannya. Beberapa saat kemudian, dia mendengar bahwa pesawat dengan tujuan yang sama akan mendarat di Bandara tersebut. Dengan cepat, pria tersebut menuju kasir dan hendak memesan tiket pesawat tersebut. Namun, ketika ia hendak membayar, dia sadar bahwa dompetnya tidak ada di sakunya.
Ia pun panik, dan menganggap bahwa seseorang telah mencuri dompetnya. Ia pun akhirnya lapor kasus tersebut ke polisi setempat. Setelah 15 menit kemudian, seseorang datang ke depan pria tersebut dan bertanya "Mas, ini dompetnya ya mas?". Sontak pria itu kaget dan berkata "Lohh, iya ini dompetku, masnya ketemu dompetku dimana?". Beberapa detik kemudian, seseorang tersebut tersenyum, dan berkata "Loh, masnya lupa ya sama saya?". Sontak pria tersebut melihat orang itu dan terkejut "Lohh, mas ini tukang sapu yang tadi pagi tidak sengaja ditabrak saya ya?". Tukang Sapu itu berkata "Iya mas, oh iya mengenai dompet itu, saya jamin utuh 100%". Sontak pria itu bertanya "Kenapa mas tidak tertarik dengan isi di dompet saya? Saya pikir, orang orang akan tertarik dan bahkan akan melakukan kejahatan demi mendapatkannya".
Lantas, tukang sapu itu tersenyum dan berkata "Bagi orang tua seperti saya, harta tidak berarti mas". Sontak pria itu kaget dan berkata "Mengapa bisa begitu?". Tukang Sapu itu berkata "Hal yang berarti bagi saya itu adalah hal yang sangat sangat sederhana mas, melihat keluarga saya bahagia, saya juga ikut bahagia, masih melihat langit yang biru, mendengar canda tawa keluarga saya, menghirup udara yang segar, merasakan lembutnya tangan-tangan istri dan anak-anakku, serta menjalani kisah pahit manisnya hidup bersama keluarga itu sudah lebih cukup bahagia mas, bukan soal materi ataupun uang, uang takkan bisa membeli kebahagiaan mas".
Mendengar perkataan Tukang Sapu, pria itu menangis dan berkata "Apakah aku sudah menjadi ayah yang baik bagi anak-anakku? Ataupun menjadi suami yang baik bagi istriku? Aku selalu meninggalkan mereka, bahkan ketika aku mempunyai banyak waktu yang luang, aku selalu cuek kepada mereka, aku hanya terlalu memikirkan obsesi untuk mengejar materi dan karir, sampai tidak memikirkan keluarga sendiri, dan bahkan aku sendiri pun selalu, selalu merasa tidak cukup, selalu tidak bersyukur dengan apa yang kumiliki, dan bahkan aku pun jarang mengucapkan terima kasih kepada yang menciptakanku, yang menitipkan harta itu kepadaku, Ayah macam apa aku ini, suami macan apa aku ini, dan MANUSIA MACAM APA AKU INI!!".
Pria tersebut akhirnya melepas semua kesedihannya yang mungkin tak pernah ia sadari semenjak dulu. Lantas pria itu bertanya kepada tukang sapu itu untuk terakhir kalinya "Mengapa hal hal yang berarti bagimu hanya sesederhana itu?". Tukang sapu itu menjawab "Singkat saja, dengan hal yang sesederhana itu, kamu akan lebih mensyukuri hidup ini, dan mungkin dapat membuatmu lebih bahagia walaupun tanpa materi dengan keluargamu, karena bahagia itu sederhana, ketika kamu ada untuk melihat keluargamu bahagia, dan kamu juga akan lebih mengerti makna dari kehidupan ini yaitu Satu untuk Semua, dan Semua untuk Satu". Pria itu pun berhenti menangis dan bertanya "Apa maksudnya itu". Tukang Sapu itu menjawab "Nanti akan ada saatnya untuk kamu mengetahuinya, dan ingatlah bahwa tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri, setidaknya temui keluargamu dan jadilah Pemimpin yang baik bagi keluargamu itu". Kemudian, tukang sapu itu meninggalkan pria kaya tersebut.
Waktu menunjukkan pukul 15:06, dimana waktu tersebut adalah jadwal pesawat dengan tujuan yang sama untuk mendarat. Pria itu merenungkan di dalam hati "Apa aku bisa menjadi pemimpin yang baik untuk keluargaku? Bisa ataupun tidak, setidaknya aku harus menemui mereka dahulu, dan menjadi ayah yang menyenangkan bagi mereka". Akhirnya, pria tersebut membatalkan laporan kehilangannya, menggagalkan rencananya untuk pergi menggunakan pesawat, dan berjalan meninggalkan bandara tersebut.
"Keluargaku, aku akan datang, dan akan menjadi ayah yang baik untuk kalian!"
BERSAMBUNG